idende

BUPATI TASIKMALAYA MEMAPARKAN BERBAGAI PROGRAM DALAM HALAL BI HALAL BERSAMA MASYARAKAT CIAWI

  • Written by HelpDesk-Kominfo1
  • Saturday, 08 June 2019 18:40

Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, S.IP memaparkan berbagai program yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pada 2019 sekaligus menghadiri Halal Bi Halal bersama  masyarakat Ciawi dan sekitarnya di Halaman Kantor Kecamatan Ciawi, Jumat (07/06/2019). Turut mendampingi Bupati pada kesempatan tersebut, Kepala Bagian Pembangunan dan Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kab. Tasikmalaya H. Nuraedidin, S.IP, Diskominfo Kab. Tasikmalaya, Koramil Ciawi, Camat Kecamatan Ciawi, para Kepala Desa di Wilayah Kecamatan Ciawi, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ciawi, Alim Ulama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih banyak program Pemerintah yang belum terlaksana dan mengajak untuk bermanfaat bagi orang lain. “Saya atas nama Pemkab Tasikmalaya mengucapkan selamat hari raya Idul fitri kepada warga semua. Taqobbalallahu minna waminkum shiyamana wa shiyamakum wa ja alna minal aidin walfaizin. Saya dan jajaran pemerintahan memohon maaf yang sebesar-besarnya jika masih banyak program pemerintah yang belum selesai. Saya mengemban amanah sebagai bupati sampai 2021. Yang paling penting kita dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak, mudah-mudahan semua keinginan kita dapat terkabul,” ucap Ade dalam sambutannya.

Ade mengatakan, pada 2019 ini Pemkab Tasikmalaya akan melaksanakan program “Rempug Warga“ untuk memfasilitasi persoalan-persoalan masyarakat yang belum terselesaikan. “Salah satu program kami di 2019 adalah “rempug warga”. Mari kita berkumpul ngeliwet cukup dengan ikan peda dan ikan asin. Mari kita ngobrol mengenai permasalhan-permasalahan warga masyarakat. Program ini insya Allah dimulai setelah hari raya Idul Fitri. Yang akan dimulai dari Tasik utara, dalam hal ini Ciawi. Saya meminta doa dan restu utamanya kepada Sesepuh dan para Kyai para ajeungan dan masyarakat pada umumnya, saya memohon ridho untuk memimpin kab. Tasikmalaya sampai tahun 2021. Yang kedua saya meminta doa dari masyarakat bahwasannya saya mengemban amanah ini mudah-mudahan diselamatkan oleh Allah SWT. Mudah-mudahan kab. Tasik lebih maju lagi,” ujar Bupati masih dalam sambutannya.

Bupati menegaskan, tahun 2019 akan diwajibkan bagi pemangku kepentingan mulai dari Bupati sampai Kepala Desa untuk membuat Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) anggaran untuk menghindari pemborosan dan penggunaan anggaran untuk sesuatu yang tidak perlu. “Mulai dari 2019, saya membedah sistem penyelenggaraan pembiayaan negara dengan 2 hal. Yang pertama, pembangunan kita semua dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) provinsi dan kabupaten. Kita bergantung dari APBN dan APBD, padahal sumber pembiayaan pemerintahan kita bisa berasal dari pos-pos lain. Penyelenggaraan pemerintahan di Kab. Tasikmalaya dari a sampai z kurang lebih membutuhkan 3.5 trilyun dalam setahun. Jumlah penduduk kita kurang lebih 1 juta 800 ribu hampir 1 juta 900 ribu, 331 desa, dan 39 kecamatan. Penghasilan asli Kab. Tasikmalaya 139 milyar, sedangkan kebutuhan 3.5 trilyun. Kita harus ada upaya untuk memecahkan persoalan ini. Dari 139 milyar, kita memiliki 89 ribu 760 rakyat miskin yang masih bingung perihal kesehatan dan pendidikan anaknya. Kita masih kesulitan, jalan kabupaten sepanjang 1.330 km dari dulu sampai sekarang baru bisa di aspal 67 persen, masih 430 km atau 33 persen yang belum di aspal. Satu lagi permasalahan kita ternyata setengah anak Kab. Tasikmalaya belum tamat SMP. Indonesia menurut para ahli insya Allah tahun 2030 kita mendapat banyak bonus demografi. 56 persen penduduk Indonesia adalah angkatan muda angkatan produktif atau yang biasa disebut generasi millennial. Sekitar 2030 indonesia mencapai puncak kejayaannya. Kalau kita ingin melihat bangsa kita di masa depan, lihat pemudanya di masa sekarang. Setiap dari kamu adalah pemimpin dan pemimpin akan diminta pertanggungjawaban. Kita bertanggung jawab mengawal generasi bangsa ini untuk kemajuan bangsa di masa yang akan datang. Kita jangan membiarkan kebodohan. Kita memerlukan inovasi dan pemikiran yang lain. Anak tetap bisa sekolah, listrik terbayar, dapur terpenuhi, isteri tidak ngambek. Jadi sekarang pemimpin di Kab. Tasikmalaya mulai dari Bupati sampai Kepala Desa membuat Surat Pertanggung Jawaban  (SPJ) anggaran. Jangan sekadar ada anggaran habis, kalau tidak bermanfaat untuk masyarakat, kalau sekadar menghabiskan anggaran maka akan dicoret. Kabupaten kita insya Allah maju dalam bidang agribisnis yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) salah satunya beras organik dan kelapa. RPJMD desa akan di tarik ke kabupaten, harus ada keselarasan antara desa dan kabupaten. Mengawali 2019, saya tidak ridho kalau ada anak Kab. Tasikmalaya tidak sekolah di usia dini, dengan sinergi pemerintah desa dan kabupaten maka dapat diselesaikan,” tegas Ade dalam paparannya

Ade mengatakan, dalam bidang kesehatan akan segera di launching program Tasik 119 untuk mempermudah akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan. “Kita akan mempercepat pembanguanan di Kab. Tasikmalaya menyelaraskan dengan Jabar ngabret, mari kita bergotong-royong. Sebentar lagi akan kita launching Tasik 119 dalam bidang kesehatan. Apabila Jauh kemana-mana, perlu perawatan pemerintah, ambulan dan sebagainya, 36 operator termasuk dokter kami siapkan untuk melayani masyarakat. Silahkan sampai dulu baru berkas belakangan. Tahun ini, kami akan merubah sistem pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan. APBN dan APBD termasuk PAD  akan digunakan seluas-luasnya untuk public services, untuk kesejahteraan masyarakat. Hal-hal yang bersifat profitable tidak dibiayai oleh APBN maupun APBD. Hal-hal profitable bisa oleh perbankan dan swasta. Kami telah mengeluarkan Perbup tentang zakat infak shodaqoh yang sementara digalang dari ASN dengan pemotongan langsung oleh BJB dan disalurkan melalui Baznas yang terhimpun 1,2 milyar per bulan,” katanya.

Bupati mengimbau, masyarakat untuk bergotong royong selain membangun fisik juga membangun mental yang baik. Pemkab Bersama Baznas juga telah menginisiasi program gerakan dua ribu (gebu) yang bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. “Saya Bersama Baznas berkomitmen, kini ada gerakan gebu (gerakan dua ribu), ASN dihimbau tiap jumat menyisihan 2000 setorkan ke  rekening Baznas. Maka satu bulan dari gebu mendapat 100 juta. Dari situ bisa disihkan untuk marbot dan takmir masjid. Selain itu dana bisa di dapat dari dana umat, perbankan, dan lainnya mari kita semua bergotong royong. Selain kita dalam pembangunan fisik, saya titip kepada Pak Ustad Pak Kyai tolong dibangun juga mentalnya. Agar makmurnya fisik sejalan dengan makmurnya mental. Salah satu cara membangun mental yang baik adalah dengan digalakannya silaturahim antar warga. Mudah-mudahan kita semua maju sejahtera lahir batin. Terkait jalan Cisinga, insya Allah tahun ini akan diselesaikan, insya Allah di Cisinga akan ada pasar induk dan pasar agro, di Ciawi ada Gedung diklat, insya Allah 2 minggu ke depan kita menggelar rempug warga kita bicarakan Ciawi ke depan,” imbau Ade menutup paparannya. Pada kesempatan ini turut diberikan santunan kepada anak yatim dan piatu yang diberikan oleh Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, S.IP.

Add comment

Security code
Refresh

 
Pengelola:
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tasikmalaya
Jl.Sukapura III Komplek Perkantoran Sukapura  Bojongkoneng Singaparna Tasikmalaya 
Telp 0265 - 546431 Ext.0     Email : diskominfo[at]tasikmalayakab.go.id
Jam Operasional 
Senin - Kamis  Pkl.07.45 - 14.45 WIB Istirahat Pkl.12.00-12.30 WIB
Jumat  Pkl.07.45 - 15.15 WIB Istirahat Pkl.11.30 - 12.30 WIB