BUPATI TASIKMALAYA MEMBUKA KEGIATAN OPERASI PASAR MURAH KEBUTUHAN POKOK BERSUBSIDI

  • Written by HelpDesk-Kominfo1
  • Friday, 24 May 2019 11:09

Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, S.IP menghadiri dan membuka kegiatan Operasi Pasar Murah (OPM) Kebutuhan Pokok Tahun 2019 di Lapangan Desa Banjarsari, Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (23/05/2019). Turut menghadiri kegiatan tersebut, Ketua  Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kab. Tasikmalaya dan Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Tasikmalaya Hj. Ai Diantani Sugianto, SH, M.Kn, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Tasikmalaya Drs. H. Heri Sogiri, MM,  Wakil Kepala Perum Bulog Divre Jawa Barat Juhaeri, Kepala UPTD Logam  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Ir. Enoh Koswara, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat  Yusuf Hasanudin, Kepala Perum Bulog Subdivre Ciamis Iwan Nurwansyah, Diskominfo Kab. Tasikmalaya, perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Camat Sukaresik, Kepala Desa Banjarsari, dan tamu undangan lainnya.

Dalam kegiatan Operasi Pasar Murah bersubsidi kali ini, masyarakat mendapat beberapa barang kebutuhan pokok dengan harga murah yang terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng 3 liter, dan gula pasir sebanyak 3 kilogram. Setiap rumah tangga miskin masing-masing mendapatkan satu paket.

Bupati dalam sambutan tertulis mengatakan untuk mengatasi fluktuasi kenaikan harga kebutuhan pokok di bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, Pemerintah konsisten menyelenggarakan Operasi Pasar Murah untuk mengatasi hal tersebut. "Setiap memasuki bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri, Pemerintah selalu menyelenggarakan kegiatan Operasi Pasar dalam rangka membantu masyarakat yang kurang beruntung dan sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan. Setiap menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, harga kebutuhan pokok masyarakat cenderung terjadi fluktuasi kenaikan harga. Hal ini akan berdampak pada kemampuan daya beli masyarakat. Untuk mengurangi dampak tersebut, maka diselenggarakanlah Operasi Pasar Murah guna menekan gejolak di masyarakat. Namun demikian, mudah-mudahan kondisi tersebut tidak sampai terjadi di Kab. Tasikmalaya. Kalaupun ada kenaikan harga dalam kondisi yang wajar sehingga tidak menimbulkan gejolak ekonomi. Walaupun demikian kita tetap harus mewaspadai melonjaknya harga dan terbatasnya  ketersediaan beberapa kebutuhan pokok. Karena jika harga kebutuhan pokok terus naik, maka dipastikan yang paling merasakan dampaknya adalah kita semua," ujarnya.

Ade menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini sehingga diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. "Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kab. Tasikmalaya kami mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan Operasi Pasar Murah Bersubsidi berkat kerja sama antara Pemerintah Kab. Tasikmalaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Walaupun dengan keterbatasan anggaran, Operasi Pasar Murah Bersubsidi ini dapat membantu meringankan beban hidup saudara kita. Saya ucapkan terima kasih kepada PT. Pertamina dan Hiswana Migas yang telah berpartisipasi ikut serta melaksanakan Operasi Pasar Murah. Sehingga kesempatan yang jarang dan baik ini, masyarakat bisa dilayani dengan jarak dekat dan harga yang standar," katanya.

Sementara itu dalam wawancara terpisah Bupati mengatakan tujuan diadakannya Operasi Pasar Murah Bersubsidi ini untk menjaga agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali. “Operasi Pasar Murah ini bisa membantu masyarakat yang sedikit kurang beruntung dibandingkan kita sekalian. Yang kedua juga sebagaimana tujuan dari Operasi Pasar Murah ini, mudah-mudahan ini dapat mengendalikan fluktuasi harga yang biasa di setiap Ramadhan ini terjadi. Meskipun kita hari ini belum mendengar fluktuasi harga yang yang apa yang besar hanya sekedar bumbu saya kira ini sekarang. Tapi dengan adanya Pasar Murah ini juga lebih stabil lagi seperti itu,” ujarnya.

Ade menyampaikan terkait pemilihan lokasi Operasi Pasar Murah Bersubsidi yang diadakan di Desa Banjarsari Kecamatan Sukaresik ini salah satunya karena desa ini termasuk daerah rentan stunting. “Salah satu diantaranya juga hasil kita koordinasi dengan Provinsi ada beberapa daerah dan ini adalah tempat yang kita tuju salah satunya itu faktor itu (stunting). Upaya pencegahan stunting kita lakukan karena stunting itu bersifat tidak instan. Stunting itukan mulai dari istilahnya dari mulai dia kawin mulai dia di dalam kandungan nah sampai dengan besar. Bukan faktor kemiskinan semata-mata stunting itu, tetapi gaya hidup yang tidak sehat. Jadi banyak faktorlah untuk stunting tersebut yang hari ini Kab. Tasikmalaya serius menangani itu. Mulai dari janin atau Ibu hamil sampai nanti membesarkan anak mulai dari masalah kemiskinan sampai cara hidup sehat, saya kira itu,” imbuhnya.