idende

HIDMAT PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA TINGKAT KABUPATEN TASIKMALAYA

  • Written by HelpDesk-Diskominfo
  • Saturday, 01 June 2019 18:47

Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, S.IP bertindak selaku Inspektur Upacara dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2019 tingkat Kabupaten Tasikmalaya bertempat di Halaman Sekretariat Daerah Kab. Tasikmalaya, Sabtu (01/06/2019). Turut menghadiri kegiatan tersebut yaitu, Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Tasikmalaya, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kab. Tasikmalaya, Penjabat Sekretaris Daerah Drs. Iin Aminudin, M.Si, Perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kab. Tasikmalaya, Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Tasikmalaya, Diskominfo Kab. Tasikmalaya, dan tamu undangan lainnya.

Bupati selaku Inspektur Upacara menyampaikan sambutan tertulis Pelaksana Tugas Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Haryono, menyampaikan bahwasannya kita semua sudah selayaknya dan sepatutnya menyukuri keberadaan Pancasila karena Pancasila yang membuat negara Indonesia ini bersatu. “Pada pagi ini, Sabtu 1 juni 2019 kita patut panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena kita dapat berkumpul dan mengadakan upacara untuk memperingati hari lahir Pancasila. Pancasila mampu menyatukan kita semua sebagai satu bangsa dan hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Ade mengatakan, sedari awal Indonesia telah memiliki keberagaman dan hal tersebut merupakan ciri khas bangsa ini sehingga mempertebal konsep serta keyakinan akan tanah air Indonesia. “Sebagaimana yang sudah kita ketahui semua bahwa kondisi geografis yang memposisikan wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan makin memperkokoh konsep dan keyakinan akan “tanah air Indonesia”. Kesatuan gugusan pulau yang berada di antara dua samudera, Pasifik dan Hindia, serta di antara dua benua, Asia dan Australia, meneguhkan bahwa kita sebagai bangsa memiliki ruang hidup tanah air sebagai satu kesatuan. Ada relasi dan perpaduan antara darat dan laut yang saling menguatkan sebagaimana dalam konsep Wawasan Nusantara. Di wilayah Nusantara tumbuh flora dan fauna yang beragam. Keberagaman secara natural merupakan   karakteristik   dari   keindonesiaan. Demikian pula secara antropologis dan sosiologis keberagaman ras, etnis, agama kepercayaan dan budaya yang ada di Indonesia sudah ada sejak masa pra aksara hingga sekarang. Kita Indonesia hidup dan bahagia dalam keberagaman,” Katanya.

Bupati mengungkapkan bahwa Pancasila adalah anugerah dan berkatnya eksistensi keindonesiaan bertahan sampai sekarang. “Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para “pendiri bangsa” merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia. Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisaikan nilai –nilai Pancasila, kita akui bahwa eksistensi keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila,” ujarnya.

Inspektur Upacara menegaskan pengamalan nilai dan internalisasi Pancasila harus secara konsisten diperjuangkan dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari hingga meresap ke dalam hati. “Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif. Proses internalisasi sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila harus segera dilakukan dan diperjuangkan secara terus menerus. Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari hari. Berkat Pancasila yang berkelindan dengan nilai- nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam dan slogan “Bhinneka Tunggal Ika”. Dalam konteks itulah, bahwa memperingati dan merayakan hari lahir Pancasila setiap tanggal 1 juni merupakan suatu keniscayaan,” tegasnya.

Bupati mengajak masyarakat untuk lebih menggali nilai-nilai Pancasila karena dalam Pancasila terdapat nilai-nilai fundamental bangsa ini. Bupati juga mengajak untuk menjadikan peringatan hari lahir Pancasila ini sebagai kebanggaan nasional. “Pertama kita berusaha mengenang dan merefleksikan momentum sejarah dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia. Sebagai dasar negara sehingga bangsa nusantara yang beragam dapat bersatu dan menyatu sebagai satu bangsa. Sebagai bangsa besar kita tidak akan meninggalkan sejarah, apa yang oleh Bung Karno pernah disebut jas merah. Untuk menghormati jasa pendiri bangsa  sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi negara itulah kita memperingati hari lahir  Pancasila sebagai salah satu kebanggaan nasional (national pride ). Peringatan hari lahir Pancasila 1 juni bukan sesuatu yang terpisah dari momentum perumusan “Piagam Jakarta” oleh “panitia kecil” tanggal 22 juni dan pengesahan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945. Jadi tiga peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak  terpisahkan. Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperlukan lagi. Yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan dan mengamankan Pancasila secara simultan dan terus menerus,” ajaknya.

Ade menyampaikan Pancasila sebagai energi positif yang akan terus memberi harapan bagi bangsa ini untuk menjadi lebih baik. “Kedua, dengan merayakan hari lahir Pancasila kita bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Pancasila sebagai “leitstars dinamis”, bintang penuntun mengandung visi dan misi negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan. Sebagai energi positif bangsa, Pancasila terus memeberikan harapan untuk masa depan, khususnya dalam merealisasikan visi dan misi bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Inspektur Upacara mengatakan bahwa Pancasila adalah rumah kita dan Indonesia untuk kita. Dengan Pancasila kita dapat menatap masa depan bangsa yang maju dan sejahtera. “Sebagai negara bangsa yang inklusif dan tidak chauvinis diperlukan pengelolaan unit kultural dan unit politik secara dialketis. Maksudnya keberagaman yang ada secara alami dan kultural harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun “tamansari kebudayaan”, yang memungkinkan semua makhluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat. Indonesia untuk kita semua dan Pancasila adalah rumah kita semua. Untuk itu diperlukan kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati, saling bekerja sama, bergotong royong dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Kondisi demikian dapat berkembang melalui budaya politik kewargaan yang demokratis. Budaya politik yang dapat menumbuhkan dan merawat harapan, bukan politik yang menimbulkan ketakutan. Kita Indonesia, kita Pancasila adalah sosok yang percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam menatap masa depan sebagai bangsa yang maju, adil dan Makmur,” tegasnya.

Bupati berharap masyarakat secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan adil. “Melalui peringatan hari lahir Pancasila 1 juni 2019, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi “politik harapan” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia. Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita indonesia, kita Pancasila, terima kasih,” tegasnya.

Sementara itu dalam wawancara terpisah usai acara, Ade mengimbau masyarakat untuk lebih menjiwai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Yang pertama kita bersyukurlah atas hari ini kita mensyukuri karena Pancasila adalah suatu anugerah Allah SWT. yang telah diberikan kepada bangsa ini sebagai salah satu alasan kita menjadi sebuah bangsa, sebagai salah satu alasan kita punya negara, dan menjadi sebuah alasan kita bias bersatu. Yang kedua kita juga berharap dan menghimbau kepada seluruh warga masyarakat bahwa apa yang harus kita permasalahkan dalam tanda petik Pancasila bukan eksistensinya, bukan siapa yang melahirkan, kapan dilahirkan, tetapi bagaimana Pancasila itu dapat menjiwai seluruh perilaku kita dalam berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat,” imbuhnya.

Usai upacara, Bupati didampingi Pimpinan dan Anggota DPRD Kab. Tasikmalaya, Penjabat Sekda Kab. Tasikmalaya, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Tasikmalaya Hj. Ai Diantani Sugianto, SH, M.Kn menyerahkan bantuan dana zakat, infak, dan sodaqah dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) secara simbolik kepada lima Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) di lingkungan Kab. Tasikmalaya, rumah jompo, bantuan santri salafi, dan bantuan untuk penyandang disabilitas.

Add comment

Security code
Refresh

 
Pengelola:
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tasikmalaya
Jl.Sukapura III Komplek Perkantoran Sukapura  Bojongkoneng Singaparna Tasikmalaya 
Telp 0265 - 546431 Ext.0     Email : diskominfo[at]tasikmalayakab.go.id
Jam Operasional 
Senin - Kamis  Pkl.07.45 - 14.45 WIB Istirahat Pkl.12.00-12.30 WIB
Jumat  Pkl.07.45 - 15.15 WIB Istirahat Pkl.11.30 - 12.30 WIB