Pembangunan sektor pertanian dan pariwisata merupakan agenda prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tasikmalaya tahun 2016-2021, dengan diperkuat oleh program Tasik Siap, di mana Kabupaten Tasikmalaya telah siap menjalankan program prioritas yaitu; memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pelayanan dasar, menjadikan sumberdaya manusia yang berahlakul karimah, berdaya saing di bidang pariwisata, agribisnis, UMKM, dan ekonomi kreatif, mendayagunakan teknologi informasi, dan menjamin kemudahan investasi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tasikmalaya Ir. Safari Agustin mewakili Bupati Tasikmalaya dalam acara Roadshow Gelar Karya Perencanaan Pembangunan Infrastruktur di Wilayah IV Provinsi Jawa Barat di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, di Pendopo Lama Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (7/11/17).
Safari menjelaskan, Kabupaten Tasikmalaya memiliki sumberdaya alam dan potensi perairan laut berada di wilayah selatan koridor jalan nasional jalur selatan yang dapat dikembangkan menjadi potensi investasi dengan potensi yang dimiliki mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kelautan, sektor pariwisata serta sektor pertambangan dan energi.
Menurut Safari, untuk mewujudkan kualitas infrastruktur wilayah berbasis tata ruang yang berkelanjutan dan untuk mendukung perkembangan wilayah serta pengembangan investasi di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya, perlu dibangun infrastruktur strategis terutama sarana jalan. “Beberapa infrastruktur strategis di wilayah Kabupaten Tasikmalaya telah direncanakan akan dibangun, meliputi infrastruktur strategis nasional dan regional yaitu meliputi pembangunan tol Cileunyi, Garut, Tasikmalaya (Cigatas), dan pembangunan Bendungan Leuwikeris. Pembangunan wilayah perbatasan seperti pembangunan wilayah Benteng-Manonjaya (Betmen), serta pembangunan di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya seperti penyelesaian jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga), rencana pembangunan jalan Tinewati-Cintaraja, pembangunan jalan lingkar utara-selatan Kab. Tasikmalaya, penyelesaian gedung sarana olahraga, gedung perkantoran pemerintah, rencana pembangunan pasar dan terminal Singaparna, serta pembangunan TPA Kabupaten Tasikmalaya, “papar Safari.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah IV Provinsi Jawa Barat, Ir. Dedi Mulyadi mengatakan, Kegiatan Road show Gelar Karya Perencanaan Pembangunan Infrastruktur di Wilayah IV Provinsi Jawa Barat di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya merupakan rangkaian kegiatan dengan tujuan untuk menjalin informasi perencanaan yang ada di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Harapannya dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah sekaligus untuk meningkatkan perencanaan pembangunan yang ada di wilayah perbatasan Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.
“Dalam situasi ekonomi sekarang yang sedang meningkat adalah pariwisata dan ekonomi kreatif. Di Kabupaten Tasikmalaya banyak obyek wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini memrioritaskan pembangunan infrastruktur terhadap objek wisata, di samping pengembangan objek wisata baru seperti bendungan Leuwikeris yang dapat menjadi objek wisata baru selain digunakan untuk pemanfaatan listrik dan irigasi, “ujar Dedi.
Terkait Perbatasan antara Kabupaten dan Kota Tasikmalaya Dedi menjelaskan, yang menjadi prioritas pembangunan Provinsi Jawa Barat antara lain perbatasan Wilayah yang dibatasi oleh Sungai Ciwulan. “Di Wilayah yang dibatasi sungai Ciwulan, perlu perencanaan yang baik karena merupakan wilayah perekonomian potensial, kami akan mengadakan perbaikan jembatan Leuwibudah, “ucap Dedi. ***
Kabupaten Tasikmalaya